Berikut adalah makalah yang saya siapka untuk melengkapi nilai pasca prakerin ,..
MAKALAH PRAKTIK
KERJA INDUSTRI
PROSES PENGALENGAN DAGING RAJUNGAN
(PASTEURIZED OF CREAB MEAT)
DI PT. RAJUNGAN SAPTA NUSA
INDRAMAYU - JAWA BARAT
DI
SUSUN OLEH :
1. MOH.
NAHARUN 9. UMIYATI
2. MELLA
ROSA 10. SUPRON
3. NENGSIH 11. SUBRATA
4. MALIK
NUGROHO 12 SITI ULFIATUN
5. MIFTAKHUL
ROHMAN 13. SAMSUKI
6. ANITA
14. NURKHOLIFAH
7. ANINDYA
FAUZIAH 15. TRI
RIZKI RF
8. SRI
RAHAYU .
PEMERINTAHAN KABUPATEN CIREBON
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1
MUNDU CIREBON
2012
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
Judul :
“ Proses Pengalengan Daging Rajungan PT.RSN”
Nama :
kelompok
Kompetensi
keahlian : TPHPi
Laporan
ini telah disetujui dan di syahkan oleh :
Mengetahui
Kepala
SMKN 1 Mundu Cirebon, Pembimbing,
Drs. H. Wawan
Siswandi, M.MPd Hj.Yoyoh
Rohayati. S.TP
NIP. 19601023
198503 1 006 NIP.
19620506 1986102
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan hidayah
–Nya . Alhamdulilah
penulis dapat menyelesaikan laporan praktik kerja industri di PT.Rajungan Sapta
Nusa dan penulisnya dalam
bentuk laporan. Dengan
judul: “PROSES PENGALENGAN DAGING RAJUNGAN”
Laporan ini akhirnya dapat di selesaikan dengan
baik berkat kerja sama berbagai pihak khususnya perusahaan. Oleh sebab itu dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih atas bantuan serta bimbingan yang telah diberikan, kepada yang
terhormat :
1.
Bpk. Drs.H. Wawan Siswandi,m,mpd,
selaku kepala sekolah SMKN 1 MUNDU CIREBON.
2.
Ibu. Eva Sofiya ,S.pi, selaku koordinator
kompetensi keahlian .
3.
Bpk.Arief Setiawan,spi,
selaku wakasek Bid. Hubungan industri
4.
Ibu. Hj. Yoyoh
Rohayati,p.tp, selaku Guru pembimbing.
5.
Papan Waluyo, selaku
manager produksi di PT.RSN
6.
Bpk.H.Radawi, selaku pembimbing
di PT.RSN
7.
Dan semua pihak, staf
karyawan yang telah meluangkan waktunya, pikiran dan tenaga serta membantu
penulis sehingga tersusun laporan ini praktik kerja Industri ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini
masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya, karena itu kritik dan
saran yang bersifat mambangun demi perbaikan dimasa yang akan datang khususnya dalam bidang Teknologi
Pengolahan H asil Perikanan ( TPHPI).
Akhirnya penulis berharap semoga
laporan ini bermanfaat bagi penulis dan
pengembangan di dunia pendidikan serta bagi pembaca yang pada umumnya.
Mundu. September 2012
Penulis,
BAB I. .PENDAHULUAN
PT.Rajungan Sapta Nusa merupakan salah
satu Perusahaan yang bergerak dibidang Pengolahan Perikanan . Perusahaan ini
memasok bahan bakunya berasal dari laut.
Lokasi
perusahaan ini berada di jalan Manunggal 02 Sunagai Gabus Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu Jawa
Barat.
Perusahaan ini merupakan anak cabang
dari PT.WINDIKA UTAMA yang berpusat di Semarang Jawa Tengah.
PT.Rajungan Sapta Nusa berdiri pada
tahun 1992 yang bergerak dibidang perikanan dengan usaha Pokok Teri Nasi.
Adapun yang melatar belakang
berdirinya perusahaan ini antara lain :
a. Untuk
memanfaatkan kekayaan Laut Indonesia
b. Untuk
menciptakan Lapangan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat
c. Menambah
Devisa Negara
d. Mencari
keuntungan sebesar-sebesarnya
Pada tahun 1996 perusahaan ini mulai
memproduksi daging rajungan.
Memberikan
kepercyaan ke perusahaan sehehingga sampai sekarang perusahaan ini bisa
berkembang dan mengekspor ke berbagai negara seperti Amerika.
BAB II. Hasil praktik
1.
Alur Proses Produksi
Receiving
Sorting
Mixing
Filling
Weighing
Seaming
Codding
Pasteurized + chilling
Packing
Chilled Storage
Stuffing + eksport
Keterangan
Alur Proses Produksi
Ø Receiving
Adalah bagian / langkah
awal dari pengalengan rajungan yaitu
proses peneriman daging rajungan dari supplier
dan di lakukan penimbangan ulang Setelah itu daging tersebut di cek
aroma daging, uji rasa , pengecekan suhu oleh petugas Quality Control dan di
ambil sampel seberat 50 gram untuk dinlakukan pengujian Chlorfam penicol dan
mikrobiologi .
Suhu daging baik dalam
toples yaitu (-4 c ) – ( 4 c ) , kemudian di bongkar dan di pisahkan
berdasarkan jenis daging dan aromanya
.
Ø Sortir
Adalah proses pemisahan
shell, benda asing, metal rijek yang ada pada daging rajungan . Proses ini
brtujuan untuk mendapatkan daging rajungan yang baik dan berkualitas .
Pengecekan ini di
lakukan secara manual oleh karyawan sortir dan di cek ulang dengan bantuan
Sinar Ultra Violet (UV) di ruang khusus .
Ø Mixing
Adalah
proses pencampuran daging rajungan yang sejenis ada yang tunggal dam ada yang
campuran .proses ini bertujuan untuk mendapatkan produk yang mempunyai
penampakan seragam atau pun mendapatkan hasil daging yang standar sesuai dengan
bentuk atau kualitas yang di inginkan .
Sebelum
proses pencampuran daging harus di cek ulang agar daging yang masuk adalah daging yang sesuai standar.
Ø Filling
Adalah proses memasukan daging rajungan
ke dalam kaleng yang telah di mixing dan
di susun rapi atau tertata.
Tujuan penataan daging ini yaitu untuk
mendapatkan produk yang mempunyai
penampakan yang baik di dalam kaleng.
Dalam
proses ini ada penambahan zat yaitu berupa SAPP (Sodium Aciad Phyro Phospat) sebanyak 3 gram.
Tujuan
diberikanya SAPP Adalah :
-
untuk mencegah
terjadinya perubahan warna kebiruan pada daging (Blueing) .
-
Sebagai bahan pengawet.

Gambar : SAPP
sebanyak 3 mg

Daging
Rajungan
SAPP
sebanyak 3 mg
Ø Weighing
Adalah suatu proses
penimbangan daging rajungan yang sudah di kaleng bertujuan untuk
mendapatkan produk berat yang standar atau diharapkan oleh buyer.
Berat bersih daging yaitu 1 LB/16 OZ/454
gram.
Berat kaleng dengan brand HARBOUR BANKS
adalah 63 gram ,sedangkan untuk berat kaleng dengab brand BLUE STAR adalah 69 gram .
Jadi berat kaleng beseta isinya yaitu
berkisar 520 gram atau 523 gram.
Ø Seaming
Yaitu roses penutupan kaleng dengan menggunakan mesin Seamer yang
telah distel (adjustement) sesuai dengan jenis daging dan sepesifikasi yang
telah di standarkan untuk memberikan
jaminan kualitas produk dalam kaleng serta menghindari terjadinya
kebocoran dalam kaleng yang dapat menurunkan mutu produk dalam kaleng.
Adapun cara kerja mesin Seamer yaitu kaleng
masuk ke lifter dan di naikan menuju Roll yang mulai bergerak.First foll
menekan kemudian berputar mengakibatkan Cover hook terlipat dan terjepit pada
bibir kaleng di lanjutkan oleh second menekan membentuk scam sekaligus
merapihkan.
Hasil tersebut langsung di lakukan
pengecekan visual setiap kaleng dan Double seam evaluastion setiap 1 jam.
Adapun
ciri-ciri kaleng yang sesuai standart:
-Kondisi bersih dan tidak berkarat .
-Sambungan Double seam sempurna .
-Kondisi kaleng tidak penyok
,scret/lecet.
-Bentuk bodiy can tidak bergelombang.
-Len rata.
-Antara tutup dan body can harus pas.
Ø Coding
Coding merupakan proses pemberian kode pada
tiap can dengan menggunakan mesin Injet printos dan konveyor (untuk jalan
kaleng).
pengkodean di
lakukan dengan teliti setiap jenis daging memiliki kode yang berbeda-beda.
Informasi
yang diberikan dari kode produksi kaleng adalad sbb: negara asal, pabrik
processing, ukuran kaleng, Jenis produk, kode supplier, nomer basket, tahun
produksi (julian number)
Adapun salah
satu contoh sbb: 121301052104.
Keterangan:
1 = kode
negara
2 =kode
perusahaan
1 =kode
material (kaleng)
3 =kode jenis
daging
01 =kode mixing
05 =kode bath
2 =kode tahun
104 =Julian
number
Ø Pasteurisasi
Adalah
proses pemasakan daging rajungan yang telah di kalengkan . Proses pasteurisasi
di lakukan di dalam tank yang berukuran
6x1 meter .
Tank pasteurisasi di isi dengan air
yang di panaskan sampai suhunya mencapai suhu yang di kehendaki . Proses pasteurisasi di lakukan selama 2 jam 20 menit dengan suhu 186-189 derajat
fahrenhait atau sekitar 86-89 derajat celsius . Kemudian di lakukan pengecekan
suhu setiap 5 menit untuk menghindari terjadinya over cooking. Bertujuan untuk
menonaktifkan mikroorganisme pathogen dalam produk. Alat yang di gunakan untuk
pasteurisasi adalah boyler. Sedangkan pengeluaran dan pemasukan kaleng
menggunakan prinsip FIFO=first in first out
Ø Chiling
Adalah
proses pendinginan prodak yang telah melewati proses pasteurisasi. Proses ini
di lakukan selama 2 jam dengan sehu 32-40°F atau 0-4,4°C, proses chiling
bertujuan untuk mematikan pertumbuhan mikro organisme yang belum mati , selain
itu chilling juga bertujuan untuk menghindari terjadinya overcooking.
Ø Packaging
Adalah proses pengepakan kaleng (produk)
ke dalam MC(master carton) tiap MC berisi 12 kaleng (can) produk di pisahkan
menurut kode suplaer,kode basket,jenis produk. Untuk kaleng yang mengalami
korosi,dan cacat akan di repack ulang. Pada MC di lengkapi dengan label dari
kode produk dan jenis produk sesuai isi dan diberi lubang pada bagian
sisi-sisinya agar udara child storage dapat masuk ke dalam MC. Tujuan dari
packaging adalah untuk melindungi kaleng dari pendistribusian,menarik konsumen
dan penataan rapih. Setelah master carton siap selanjutnya dilakukan proses pengepakan
yaitu produk dimasukan ke dalam child storage yaitu tempat penyimpanan produk
akhir yang telah siap eksport dengan suhu dingin dan tanpa pembekuan (0-4°C).
Penyimpanan ini hanya bersifat sementara agar
produk tetap segar.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam
packaging :
·
Lakban
·
Layer
·
Stempel
·
Tinta
·
Spoon
·
Master carton
·
Lap
·
Stiker
Ø Stuffing
Adalah kegiatan pemuatan produk dalam
container yang akan dipasarkan, sedangkan eksport adalah pengiriman barang /
produk keluar negri . sebelum eksport ada beberapa yang perlu di
perhatikan,antara lain sebagai berikut :
Ø Sanitasi
container
Boks container di bersihkan dengan air
bersih jika berbau aneh tambahkan klorin 15-25Ppm.
Ø Setting
suhu
Suhu pada muatan MC pada container max
10°C,dan setelah selesai penyusunan di setting dengan suhu ke 2 data temperatur
Pemeriksaan
surat jalan
·
Jam,hari,tanggal,dan
waktu kedatangan mobil
·
Jam,hari,tanggal,bulan,dan
tahun di mulai dan berakhir nya eksport
·
Jumlah prokduk, tempat
tujuan produk,pemasangan Diskcon untuk menaikan suhu boks container selama
distribusi
·
Pemasangan segel
SANITASI
PERUSAHAAN
Sanitasi merupakan suatu wujud dari
penerapan HACCP .
Sanitasi di
lakukan dalam setiap bagian produksi yang ada di perusahaan . Sanitasi mencakup
: sanitasi ruangan , sanitasi peralatan , sanitasi pekerja , sanitasi ruang
produksi .
1. Sanitasi
Ruangan
Sanitasi ruangan biasanya di lakukan
sebelum proses produksi di mulai . Dilakukan di mulai dari pintu masuk ruang
produksi dengan menggunakan chlorine 200 ppm pada air 17 liter dan di ganti
sehari 2x .
Lantai setiap hari di bersihkan dari
sisa kotoran yang jatuh menggunakan sikat dan menggunakan sabun teepol ..
2. Sanitasi
personal ( karyawan )
Karyawan merupakan salah satu
kontaminasi yang dapat mencemari produk oleh karena itu harus di lakukan
tindakan pencegahan masuknya kontaminasi sebelum karyawan masuk ke ruang
produksi ..
Adapun peraturan yang harus di
perhatikan antara lain :
-
Harus menggunakan
uniform khusus
-
Menggunakan kerudung
penutup kepala
-
Menggunakan spatu booth
-
Menggunakan masker
-
Tidak boleh menggunakan
make up
-
Harus mencuci tangan
dan muka dengan sabun
-
Tidak boleh makan dan
minum di ruang proses
3. Sanitasi
Peralatan
Sebelum
/ sesudah proses peralatan yang digunakan harus bersih. Peralatan yang sudah
dibersihkan harus dikeringkan dan di simpan berdasarkan jenisnya.
Alat
–alat yang digunakan dalam proses produksi meliputi :
nampan.pinset,basket,baki,toples,dll.
Bahan
sanitasi yang digunakan untuk mencuci peralatan adalah ammonium quaternat
dengan konsentrasi 25ppm cara pembuatanya 2,7 ml dalam 10 liter air, sedangkan
untuk basket menggunakan clorin dengan konsentrasi 1,5 ppm cara pembuatanya
1,25 ml dalam 10 liter air.
4. Sanitasi
bahan
Sanitasi bahan dilakukan pada saat
proses penyortiran dengan cara memisahkan daging dari sell (sampah), filth,
benda – benda asing lainnya, sanitasi di lakukan setiap tahapan proses
pengujian, mixing dan canning.